| Red-Joss.com | Kejamnya suatu pembalasan itu tidak ada kasih, pengampunan, dan hal itu sangat mengerikan!
Karena itu Yesus menawarkan solusi jitu untuk menyelesaikannya.
“Tapi Aku berkata kepadamu, janganlah kamu melawan orang yang jahat” (Matius 5: 39).
Reaksi kita, itu tidak mungkin! Faktanya, ada orang yang melakukan tawaran itu.
Sulit? Tidak! Faktanya, ada juga yang berhasil mewujudkannya.
Berarti ajaran Yesus bisa dilaksanakan, meskipun orang yang benar-benar melakukan hal itu sedikit.
Sesungguhnya banyak orang yang terjebak oleh hukum pembalasan. Padahal kita tahu, bahwa
pembalasan itu sangat kejam, karena:
- Tidak ada kasih. Mengapa? Sebab ajaran Yesus tentang kasih itu ambruk. Di dalam hati tidak ada kemampuan untuk mengasihi. Yang tertinggal adalah kebencian, kemarahan, dan sakit hati.
- Tidak ada pengampunan. Mengapa? Sudah dibatasi semua. Aura yang dimiliki sudah negatif. Ajaran Yesus tentang pengampunan itu terlupakan atau bisa jadi dilupakan. Karena yang ada hanya emosi tingkat tinggi.
- Tidak ada kesempatan. Mengapa? Sudah membatasi diri dengan mengatakan ‘cukup’. Semua ditutup rapat. Karena takut makin dilukai, sehingga balas dendam itu dijadikan solusi agar sakit hatinya terpuasi. Pembalasan itu sangat kejam.
Lalu, apa solusi yang ditawarkan Yesus? Bisakah meluluhkan hati ini: dibukanya belas kasih kembali, pengampunan, kesempatan, dan hidup yang baru.
Yesus memberikan solusi jitu yang sungguh tidak mendatangkan masalah bagi orang lain. Solusi-Nya adalah “to go extra mile” atau melawan kejahatan dengan tetap menghadirkan kebaikan. Dengan mengasihi.
Mohandes Mahatma Gandhi, pendiri negara India, yang juga seorang pengagum Kotbah di Bukit oleh Yesus, mengatakan, “Jika hukum mata diganti mata itu diterapkan, maka seluruh dunia akan jadi buta.”
Gandhi benar, karena Yesus tidak menghendaki para murid-Nya membawa kegelapan, tapi jadi pembawa terang. “Hendaknya terangmu bersinar di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapamu di Surga” (Matius 5 : 16).
Sesungguhnya, tindakan atau perbuatan jahat itu tidak pernah jadi solusi. Tapi hanya dengan perbuatan kasih yang dijadikan solusi yang terbaik atas persoalan-persoalan hidup kita selama ini.
Maka doa kita adalah, “Tuhan Yesus, jadikan kami pembawa solusi sesuai dengan ajaran-Mu, dan jauhkan pula kami dari solusi yang berbalut kejahatan.”
Mengasihi, dengan sungguh mengasihi kita mengalahkan yang jahat.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

