| Red-Joss.com | Mengapa kaum pesakitan itu sulit diterima kembali dalam hidup bermasyarakat? Seandainya hal itu terjadi pada diri sendiri. Bagaimana reaksi dan sikapmu?
Sesungguhnya, segala sesuatu itu bisa terjadi pada siapa pun, dan hal itu harus disikapi dengan rendah hati untuk memahaminya.
Hal itu tidak mudah, tapi tidak berarti kita yang pesakitan itu lalu menghukum diri dan terkubang dalam penyesalan. Kita harus bangkit. Dengan semangat pertobatan itu, kita harus berani berubah untuk perbaiki diri, dan hidup baru!
Semangat perubahan untuk hidup baru dan makin baik itu harus jadi motivasi utama kita untuk segera bangkit dari keterpurukan itu.
Ketika warga lingkungan di sekitar belum atau tidak bisa menerima kehadiran kita, ya, jangan berkecil hati, mutung, melarikan diri pindah domisili, atau menyembunyikan identitas jati diri.
Selalu berbesar hati, sesungguhnya adalah konsekuensi kita untuk sadar diri menerima resiko dari perbuatan sendiri. Sekaligus kita diuji agar sabar, tabah, dan rendah hati untuk melewati pengalaman pahit itu.
Bagi masyarakat umum, untuk melihat bukti dan kesungguhan niat baik dari kaum pesakitan itu pun tidak salah. Tapi alangkah bijak, jika stigma jelek dan jahat itu tidak terpatri (melekat) untuk selamanya. Kenapa? Adakah di antara kita yang tidak pernah berbuat salah atau berdosa?
Kita seharusnya juga ingat, bahwa kaum pesakitan itu telah menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Sehingga, ketika mereka menghirup udara bebas, tidak seharusnya kita menghukum lagi dengan cara menjauhi dan mengucilkannya.
Sebagai orang beriman dan warga masyarakat yang baik, kita juga diajak turut berperan serta dan bertanggung jawab membimbing mereka agar kembali ke jalan yang benar.
Caranya adalah, kita berani untuk memanusiawikan mereka. Misalnya, kita menerima dan memperlakukan kehadiran mereka secara baik dan sopan. Kita memberdayakan mereka dengan memberi pekerjaan, dan seterusnya.
Sesungguhnya, menilai seorang pesakitan itu tidak dari stigma atau masa lalunya, tapi dari perubahan perilaku mereka yang makin baik dalam hidup kesehariannya.
Setuju?
…
Mas Redjo

