“Sadar atau tidak, tapi kadang kita tidak memiliki rasa, ketika mencibir, memfitnah, dan menghina orang lain. Sesaat, ketika kita mendengar cibiran, hinaan dan fitnah yang sama dari orang lain, maka kita jadi baper, tersinggung, dan marah.”
Yesus mengingatkan kita melanjutkan nasihat-Nya, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Telinga kita cukup tajam untuk mendengar nasihat ini dan pikiran kita mampu memahami serta mencernanya. Namun kadang dalam prakteknya terjadi lain, bahwa “segala sesuatu yang jahat dan jelek itu bisa kulimpahkan kepadamu, namun jangan sekali-kali Anda memberikan kata-kata yang sama kepadaku.” Menyaksikan ini, Tuhan pun bingung memandangi kita.
Pelajaran penting bagi kita, adalah:
- 1) Coba rasakan pedih dan sakitnya tikaman kata-kata yang Anda semprotkan kepada orang lain, ketika emosi marah Anda tak terkendalikan. Sayangnya, kita mati rasa pada saat marah.
- 2) Jadi kebetulan atau tidak, tapi satu hal yang terjadi adalah kadang cibiran, hinaan, dan fitnah orang terhadap kita itu adalah pantulan balik dari yang sebelumnya kita lakukan terhadap sesama.
- 3) Rasa hormat dan kagum dari orang lain terhadap kita itu bukan pertama-tama dari kedudukan dan harta yang kita miliki, melainkan dari karakter yang kita tampilkan kepada mereka.
Hargailah sesama di ujung kata-katamu, maka mereka akan mereka akan mengukir namamu di hati mereka.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

