Ketika kita dipercaya dan diberi kesempatan, segera peluang itu diambil dan dilaksanakan dengan baik. Jangan karena kelalaian, menyepelekan, atau menunda-nunda itu jadi batu sandungan bagi kita. Sehingga yang dipercayakan, tidak maksimal dikerjakan dan kesempatan yang telah diberikan itu terbuang percuma. Ujungnya adalah penyesalan.
Lihatlah hidup ini …
Saat kita diberi hidup, waktu yang dikenal adalah masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Waktu terus berjalan, dan tidak pernah berhenti.
Hari berganti hari, dengan pengalaman-pengalaman baru. Jika tidak bisa menikmatinya, maka banyak hal yang membosankan dalam pengalaman hidup kita. Kata Pengkotbah, “Tidak ada yang baru di bawah langit ini.” Ya, seperti itu. Tapi mengapa kita bahagia? Karena kita selalu mensyukuri dan menikmati hidup ini.
Lihat iman itu …
Saat kita diberi iman itu tidak seharusnya melupakan Tuhan. Ini soal kepercayaan dalam menjalaninya. Sekali Tuhan sudah memberi tanda, berarti tanda itu kekal abadi. Sekarang, tinggal bagaimana iman itu diaktifkan dan dimaknai. Mengapa kita harus setia kepada Tuhan? Karena Tuhan setia. Kita dikasihi Tuhan agar makin dekat dan akrab dengan-Nya.
Hidup beriman itu harus terus bertumbuh dan berbuah dalam kelimpahan-Nya. Tuhan Yesus adalah pokok anggur dan kita ranting-rantingnya…
Rm. Petrus Santoso SCJ

