“It is more blessed to give than to recieve.”
– Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kalau saat ini Anda diberi dua pilihan. Memilih orang yang selalu menerima, atau selalu memberi? Jawablah dengan jujur dalam hati. Lalu dengarkan kisah kecil ini.
Ada dua manusia yang siap lahir ke dunia. Ketika malaikat melihat mereka. Ia pun bertanya kepada keduanya. Jika saat ini kalian diberi pilihan untuk lahir ke dunia menjadi orang yang selalu menerima atau menjadi orang yang selalu memberi, kalian pilih yang mana? Orang pertama sambil tertawa langsung menjawab. Pasti saya memilih untuk selalu menerima, khan enak hidup santai, nggak perlu susah, nggak kerja, semua sudah terpenuhi.
Orang kedua dengan tenang menjawab biarlah saya menjadi orang yang selalu memberi. Mendengar jawaban mereka, sang malaikat pun berkata, “Baiklah apa yang kamu minta akan aku kabulkan.” Seketika mereka berdua lahir ke dunia.
Ketika beranjak dewasa, terlihat perbedaan antara ke dua orang ini. Orang pertama memang selalu menerima, tanpa mampu memberi, tangannya selalu diacungkan untuk menerima belas kasih orang. Sedangkan orang kedua selalu memberi, ia menjadi kaya dan berlebih.
Kita seringkali menyamakan memberi dengan kehilangan. Kita sering menyamakan memberi dengan kerugian dan berkurang. Padahal tidak seperti itu kenyataannya. Ketika kita bisa memberi, kita akan menyadari bahwa kita adalah orang yang paling beruntung.
Untuk bisa memberi apa pun bentuknya, baik materi, tenaga, pikiran, kasih, itu tanda kita orang yang berlebih. Lebih berpunya, kuat, da lebih punya welas asih. Hidup kita masih lebih baik. Beruntung, karena kita masih punya kasih yang mau memberi.
Saat kita memberi, kita juga akan mendapatkan. Jadi memberi dengan tulus, hati kita juga akan mendapatkan balasan yang setimpal. Bila bukan di dunia ini, tentunya berkat dari Sang Pencipta nanti.
Jangan lupa untuk berbagi, dan bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

