“Don’t be afraid to take a rest.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Pernah tidak HP atau komputer milik kita tiba-tiba lemot, nge-hang dan tidak berfungsi dengan baik. Setelah dicek ternyata tidak rusak, tapi karena memorinya terlalu penuh, banyak aplikasi dan program, sehingga tidak berfungsi dengan maksimal.
HP dan komputer itu perlu di-‘upgrade’, perlu mengambil waktu sejenak untuk membersikan memori, menghapus hal yang tidak perlu. Memperbesar kapasitas gedget, supaya dapat berfungsi maksimal. Meng-upgrade kapasitasnya, meng-uninstall program yang memberatkan dan tidak perlu.
Seperti gadget, hidup kita juga bisa nge-hang. Tanpa disadari, ada banyak hal yang sebenarnya tidak penting masih tersimpan di pikiran, hati, otak, dan hidup kita. Hal ini yang membuat hidup terbebani, tidak produktif dan berat. Terlalu banyak yang dipikirkan dan banyak yang dilakukan. Sehingga lelah pikiran, capai, dan nge-hang.
Lakukan tiga hal ini agar hidup penuh arti dan warna:
Pertama: ‘upgrade’ diri. Memori dan kemampuan hidup itu terbatas. Bersihkan dan hapus hal yang tidak penting. Isi kembali dengan hal baru, penting dan membantu untuk mengembangkan diri.
Memaksakan diri, bahkan amat lelah untuk melakukan banyak hal itu bukan tindakan bijak. Disiplin, target, dan kerja keras itu penting. Tapi tetap ingat akan kemampuan kapasitas diri yang terbatas.
Kedua: berani memilih dan memilah. Melakukan banyak hal yang terbaik itu boleh, tapi jangan kebablasan, akhirnya jadi beban. Kita perlu memilih dan memilah. Dari sekian banyak hal mana yang prioritas dan penting untuk dikerjakan dengan serius dan fokus. Yang tidak penting ditunda, atau bahkan dibuang jauh-jauh. Perlu kesediaan untuk ‘delete, refresh, dan uninstall’.
Ketiga: ‘take a rest’. Gadget saja butuh dicas, refresh, apalagi kita sebagai manusia. Terkadang kita memaksakan diri untuk melakukan sampai tuntas itu baik, asal kita komitmen dan disiplin. Tapi kadang kita harus sadar kapan waktu istirahat agar pikiran dan tubuh ini segar kembali. Ingat, Tuhan saja menciptakan siang dan malam sama waktunya. Begitu juga antara kerja, doa, dan istirahat itu kita harus seimbang.
Berhentilah sejenak agar kita bisa produktif. Beristirahat itu tidak membuang waktu. Tapi kita bisa me-recharge diri kita. Karena, setelah sekian banyak hal yang kita lakukan, kita layak berhenti sejenak.
Menepi sejenak agar pikiran dan tubuh menjadi segar kembali.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

