| Red-Joss.com | Sadar: aku baru duduk di serambi kamarku malam itu. Posisiku sekarang berada jauh di negeri orang.
Hening: sendiri. Duduk sembari menjaga pikiran. Lebih tenang, ketika mata dipejamkan. Menikmati hembusan nafas yang ke luar dan masuk dari hidung. Lama-lama jadi hangat. Bahkan menghangatkan tubuhku.
Damai: titik sempurna ada di situ. Tidak ada beban. Tidak ada pikiran kembali ke masa lalu. Optimis menatap masa depan. Tapi yang nyata adalah saat ini: aku masih bernafas, dan hidup!
Integral: aku sendiri, tapi terhubung. Ada nama yang kukenal. Ada nama yang dekat. Ada nama yang dengan tulus menyebut namaku dalam doanya. Bangga mempunyai sahabat dengan kepribadian yang baik.
Bijaksana: ini yang dibutuhkan untuk langkah selanjutnya. Kujaga mulutku, jariku, hati dan pikiranku. Sebentar lagi Natal, masa untuk sungguh menyiapkan dan memantaskan hati untuk menyambut kedatangan Yesus, Sang Immanuel.
Merdeka: jadi orang yang merdeka. Tidak ragu, apalagi takut. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, hidupku dipelihara oleh Tuhan. IA yang tidak pernah gagal menepati janji-Nya. Aku saja yang (kadang) gagal tidak setia dan kurang sabar menunggu janji-Nya.
Akhirnya, manusia yang benar-benar bebas adalah, ketika setiap langkahnya itu ada iman, harapan dan kasih. Semuanya itu bersumber dari Tuhan Yesus. Sang Jalan Kebenaran dan Hidup.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

