Injil hari ini mengajak kita untuk selalu mengevaluasi diri dan belajar bersikap rendah hati seperti anak-anak kecil yang polos dalam berpikir, bertutur kata, dan berperilaku. Sikap anak-anak kecil itu mencerminkan kejujuran dan kepolosan, jauh dari kepura-puraan dan kemunafikan. Anak kecil juga selalu tergantung pada belas kasih orangtuanya.
Dalam beriman kepada Allah, Yesus mengajak kita untuk bersikap seperti anak-anak kecil: jujur, polos, jauh dari kemunafikan dan kepura-puraan.
Kita mesti menggantungkan hidup ini sepenuhnya kepada Allah. Dengan rendah hati, kita mengakui segala kelemahan dan dosa serta senantiasa mengharapkan belas kasih dan kerahiman-Nya. Kita berserah dan berpasrah sepenuhnya kepada Allah.
Kepasrahan kepada Allah itu tampak nyata dalam hidup Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus yang kita rayakan pada hari ini. Dalam salah satu doanya ketika dia masih berusia tujuh tahun, ia menyerahkan dirinya kepada Yesus dan meminta Dia menjadikan dirinya sebagai mainan Yesus. Sebagai mainan, ia mempersilahkan Yesus memperlakukan dirinya sesuai kehendak Yesus sebagai pemilik mainan. Ia rela dibanting, ditendang ke sana kemari, bahkan mungkin ditinggalkan di sebuah pojok ruangan sebagai mainan yang tidak berguna.
Bagaimana dengan kita? Maukah kita jadi seperti anak kecil yang dikisahkan dalam Injil dan jadi seperti Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus yang pestanya dirayakan pada hari ini?
“Ya, Tuhan, mampukanlah kami jadi seperti anak-anak kecil yang senantiasa jujur dan polos dalam bersikap dan bertutur kata.
Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, doakanlah kami. Amin.”
Ziarah Batin

