“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat 16: 24).
Yesus menegaskan kepada para murid syarat penting mengikut Dia, yakni menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Dia. Menyangkal diri dan memikul salib sama dengan bersedia kehilangan nyawa demi Yesus. Sebaliknya, mempertahankan nyawa sedemikian sampai menyangkal Yesus berarti menolak mengikuti Yesus. Yesus memberikan perbandingan: apa artinya mempertahankan nyawa dengan cara beroleh seisi dunia tetapi justru kehilangan nyawa? Tidak ada harta di dunia ini yang dapat menjamin keselamatan manusia. Sebaliknya, jika kita bersedia mengikuti Yesus, maka kita juga harus siap menghadapi berbagai tantangan dan godaan dalam hidup. Namun, “penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (Rm 8:18).
Hidup kita di dunia ini hanya sementara. Sebagai umat Kristiani, kita percaya, bahwa tujuan akhir kita ialah kemuliaan surgawi bersama Kristus dalam keabadian. Maka, dari diri kita sendiri dituntut kesetiaan sampai akhir.
Rm. Oliver, CSE
Jumat, 08 Agustus 2025
Ul 4: 32-40 Mzm 77: 12-16.21 Mat 16: 24-28
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

