| Red-Joss.com | Istilah atau frasa lain dari mawas diri adalah ‘mulat sarira’. Lengkapnya ‘mulat sarira hangrasa wani’. Pepatah Hindu Jawa yang dipopulerkan raja Mataram, Sultan Agung.
Bagian dari Tri Brata atau Tri Dharma:
(1) melu handarbeni;
(2) melu hangrungkebi; dan
(3) mulat sarira hangrasa wani.
Ketiganya wujud kesanggupan diri yang tak terpisahkan. Rasa memiliki wajib disertai dengan kesiapan menjaga dan membela. Keduanya butuh kesanggupan tak henti dari kita untuk ‘mulat sarira’, menakar kualitas jati diri ini.
Searah – senada. Jadi orang beriman itu tidak mungkin tanpa kesaksian. “Saya warga lingkuangan ini…” Tidak cukup ‘melu handarbèni’ saja (ngaku-aku), tapi wajib ‘hangrungkebi. Ikut cawè-cawé, berbela-rasa dan berbela-asa artinya bertindak nyata.
Bunyi ‘burung emprit kedasih’: “endi (mana) bocahe” … akan mengajak kita untuk selalu ingat “endi buktine (mana buktinya).”
Salam sehat.
…
Jlitheng

