| Red-Joss.com | Untuk mencapai yang nyata dan realitas itu tidak mudah, apalagi untuk mencapai yang ideal.
Terkadang kita tergoda untuk menjadi pribadi yang idealistis, faktanya dalam hidup keseharian, kita gagal.
Kita lupa, bahwa kita hidup dengan orang lain, orang yang bernyawa dan dinamis.
Jika orang yang idealis bertemu dengan orang miliki sifat sama, pasti menarik, karena keduanya bakal nyambung untuk berdiskusi.
Jika yang idealis berjumpa dengan orang yang realistis, tentu akan ada ketegangan.
Bagaimana, jika orang yang realistis berjumpa dengan yang realistis? Mungkin, akan bisa saling belajar. Sebab, hal-hal yang nyata telah dialami dan menjadi pelajaran hidup yang amat berharga.
Itulah sebabnya, di hadapan Tuhan dan di hadapan sesama, didiklah diri ini untuk menjadi pribadi yang semakin real, asli. Sebab, dari titik ini kita merasakan ketenangan, damai, harmoni, dan kesadaran diri.
Hidup itu nyata, bukan imajinasi. Hidup itu harus mempunyai tujuan, tidak asal-asalan. Jika hidup ini asal-asalan, kita pasti akan dikecewakan oleh diri sendiri!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

