Oleh : Mas Redjo
| Red-Joss.com | Hidup jujur itu tidak sekadar slogan, moto, semboyan, atau himbauan semata yang digembar gemborkan. Tapi harus dihidupi dalam perilaku keseharian.
Mendidik hidup jujur itu juga tidak berarti menakut-nakuti seperti yang dilakukan pada anak kecil. Bahwa berbohong itu dosa dan masuk neraka.
Hidup jujur itu harus datang dari kesadaran diri yang diajarkan oleh orangtua sejak dini agar mengakar kuat dalam hati.
โAllah melihat hati, karena itu kita harus jujur,โ itu yang diajarkan Bapak pada saya. Berbohong itu membuat hidup kita tidak tenang, karena kita menjauhi Allah.
Orang jujur itu dikasihi Allah adalah credo yang harus dipercaya dan diimani agar kita tidak takut hidup jujur dan bersikap benar. Tujuannya agar hidup kita tenang, tentram, dan damai.
Semangat hidup jujur itu juga saya terapkan pada anak-anak. Walau cara menasehatinya beda dengan orangtua dulu, tapi tujuannya sama. Anak agar berani bersikap terbuka, terus terang, dan jujur.
Misalnya anak ingin jajan lalu mengambil uang di atas meja, supaya minta izin pada Ibu, Bapak, atau asisten RT. Karena anak telah diberi uang saku. Anak dibiasakan untuk jujur, ketimbang lupa dan ditanyai. Jika tidak ngomong berarti mencuri, dan itu dosa. Melanggar perintah agama, โjangan mencuri.โ
Kebiasaan baik yang didisiplinkan itu akan mengakar kuat dan jadi karakter anak.
Begitu pula di sekolah agar anak tidak mencontek, jika ulangan. Lebih baik mendapat nilai jelek, tapi jujur dan usaha sendiri. Kalau malu mendapat nilai jelek, ya, belajar makin rajin.
Alangkah baik, jika warung-warung kejujuran itu dihidupkan di sekolah-sekolah untuk mengajar anak-anak miliki pribadi jujur dan bertanggung jawab.
Mungkin juga di warung itu dihiasi poster, brosur, atau slogan yang menarik. Misal, anak jujur disayang Tuhan. Curang itu tidak berkah. Jangan inginkan milik sesamamu secara tidak adil. Berani jujur, karena benar.
Saya bermimpi, jika sikap kejujuran itu diterapkan sejak dini, tidak mustahil, kelak mereka bertumbuh menjadi orang-orang yang jujur dan bertanggung jawab. Sehingga secara perlahan, tapi pasti, korupsi itu dapat dikikis dari Bumi Pertiwi.
Semoga!
Masย Redjo

