| Red-Joss.com | Sesungguhnya tanggung jawab besar itu ada di dalam diri kita sebagai orangtua untuk menyiapkan masa depan anak-anaknya. Sebagai orangtua kita tentu ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi mereka. Kita tidak bisa melepaskan tanggung jawab begitu saja dan mempercayakan kepada Ibu Bapak guru di sekolah.
Kita adalah pendidik utama bagi anak-anak. Karena sejak awal kita mengikuti perkembangan mereka. Kini, bagaimana kita membentuk karakter mereka. Untuk membentuk karakter yang kuat itu dibutuhkan nilai-nilai yang sejak awal harus dikembangkan dalam setiap pribadi anak.
Ada beberapa nilai yang bisa diberikan kepada anak-anak sejak dini, supaya mereka bertumbuh dengan karakter yang diharapkan. Nilai-nilai yang berkaitan dengan moral dan etika itu yang harus dilatih sejak dini.
Pertama: kejujuran. Ajarkan dan contohkan selalu kejujuran kepada anak. Meskipun kejujuran itu menceritakan suatu kesalahan yang telah diperbuatnya. Tahan emosi dulu untuk tidak langsung memarahinya. Tapi berikan penjelasan dari sisi yang baik dari kesalahannya, dan tetap berikan apresiasi dari keberaniannya untuk berbucara jujur. Karena di era sekarang, jujur itu karakter yang sangat mahal dan langka.
Kedua: jangan mengambil hak orang lain (mencuri). Poin ini berkaitan pula dengan kejujuran, di mana tidak mencuri dan selalu berkata jujur adalah pondasi dasar kehidupan.
Ajarkan pada anak, bahwa mengambil sesuatu yang bukan hak atau milik kita (mencuri) adalah perbuatan yang tidak terpuji dan digolongkan sebagai tindak kejahatan yang tidak boleh dilakukan. Ajarkan juga, bagaimana perasaan kita jika hak (milik) kita hilang diambil orang. Tujuannya agar dapat merasakan hal yang dirasakan orang lain.
Ketiga: tanggung jawab. Berikan contoh, bahwa kita orangtua panutan yang bertanggung jawab. Berikan pengertian kepada anak, bahwa setiap keputusan yang dipilih dan tindakan yang dilakukan ada resiko dan pengorbanan yang harus ditanggung, agar anak selalu siap menghadapinya, bukan menghindarinya. Sebagai orangtua, kita memberi contoh keteladanan pada anak.
Keempat: ajarkan minta maaf. Meminta maaf tidak hanya menjadi bagian dari pendidikan moral, namun juga sebuah awal dari pendidikan etika yang harus ditanamkan pada setiap anak. Penting sekali mengajarkan kepada anak, bahwa kata maaf adalah kata ajaib yang membuat hidup terasa lebih berarti. Meminta maaf bukan hanya mengakui kesalahan saat salah atau saat tidak menepati janji, namun juga untuk menerima maaf dan membayar kesalahan mereka. Amat penting mengajarkan hal ini pada mereka untuk membentuk pribadi anak agar rendah hati.
Kelima: ajarkan berterima kasih. Selalu biasakan meminta sesuatu dengan kata “Tolong” dan sudahi dengan kata “Terima Kasih”. Gunanya agar terbentuk pribadi yang saling menghargai antar sesama dan menghindari sifat ‘bossy’ atau penyuruh. Hal ini juga berdampak positif pada kepribadian si anak kelak. Karena akan lebih mengenal tentang cara dalam meminta bantuan dan menghargai bantuan dari sesorang.
Keenam: penolong dan rendah hati. Dermawan dan suka menolong dapat diterapkan pada anak, ketika mereka masih kecil hingga saat dewasa agar jadi kebiasaan dan perilaku hingga mereka telah memiliki penghasilan sendiri. Jika anak melihat kita menolong orang lain, maka hal ini akan secara langsung menginspirasi anak untuk melakukan hal yang sama. Mencontohkan secara langsung sebuah pelajaran kepada anak akan lebih mudah diterima daripada kita mendiktenya dari sebuah buku.
Ketujuh: peduli dan menghargai. Peduli dengan lingkungan sekitar seperti menjaga kebersihan, peduli dengan orang sekitar yang butuh pertolongan dan sebagainya. Mencontohkan sikap ini dapat menjadikan anak memiliki karakter dengan tingkat sosial tinggi. Menghargai setiap perbedaan adalah pelajaran yang tidak kalah penting diberikan saat anak berusia dini. Arahkan dan berikan penjelasan kepada anak, bahwa perbedaan itu indah, jika menghargainya. Sebab tidak semua orang memiliki pandangan dan tujuan yang serupa dengan kita. Selain itu, dengan saling menghargai maka hidup anak terasa lebih indah.
Kedelapan: jangan menyakiti orang lain. Jelaskan pada anak, apa yang akan terjadi, ketika menyakiti orang. Jelaskan juga hal apa pun yang tergolong menyakiti orang lain. Anak-anak perlu diajarkan, bahwa menyakiti orang lain itu tindakan yang dibenarkan. Selain itu ada ganjaran untuk setiap perbuatan yang dilakukan itu menyakiti orang lain. Misalnya dijauhi atau dibenci orang lain. Kenalkan pada anak untuk menyelesaikan masalah dengan cara tenang dan damai.
Itulah 8 nilai moral yang bisa kita berikan dalam mendidik dan untuk menyiapkan masa depan mereka. Kita ingin anak-anak bertumbuh dengan karakter moral yang kuat, sehingga kelak hidupnya bisa jadi berkat bagi orang lain dan membanggakan orangtuanya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

