“Remembering and praying for souls.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kematian itu pasti bagi kita yang sekarang ini hidup. Bagi mereka yang punya iman, mati itu indah. Saat kita lahir ke dunia kita yang menangis, orang di sekitar kita yang tertawa. Tapi saat kita meninggal orang di sekitar kita yang menangis, dan kita sediri bahagia. Bahagia karena hidup baru bersama Tuhan. “RIP – Rest In Peace.”
Tuhan ingin semua manusia bahagia di surga. Namun dunia lebih menarik daripada surga. Nonton sinetron lebih seru daripada terbenam dalam doa. Bicara dan menilai buruk orang lain lebih keren daripada membicarakan kebaikan. Mengeluh dan komplain itu lebih memuaskan daripada bersyukur. Dosa demi dosa disimpan dan kesalahan demi kesalahan bertumpuk yang membuat jiwa ini terpuruk dalam kegelapan. Api penyucian menjadi derita tak berujung.
Merubah jiwa menjadi baik dan suci di api penyucian itu bukan tempatnya lagi. Penyesalan, penderitaan, pasrah, dan teriakan minta tolong itu yang melegakan. Mereka tidak bisa lagi berdoa untuk memohon. Mereka tidak dapat lagi mengaku dosa. Kiriman doa-doa kita yang meringankan siksa derita mereka. Intensi kita yang menganugerahkan indulgensi. Mereka tidak butuh uang, rumah mewah, dan deposito truliunan. Doa-doa kita yang mereka nanti untuk harapan hidup abadi.
Selalu ingat selama bernafas dan hidup gunakan waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya. Lebih baik terkun berdoa sebelum kita tidak bisa berdoa lagi. Lebih baik bersyukur daripada menderita dan menyesal dalam waktu yang lama.
‘Vita est brevis’, hidup itu pendek dan singkat. Maka gunakan sebaik-baiknya dengan tiga B.
B pertama: berdoa. Bertekunlah membangun relasi mendalam dengan Dia yang empunya kehidupan kekal ini.
B kedua: bersukacita dan bersyukur. Buatlah hidup ini tidak banyak komplain dan ngeluh, tapi mudah bersyukur. Banyak alasan dalam hidup untuk bersyukur. Hidup memang berat, kadang masalah, beban, kesedihan ini membuat hidup penuh tekanan dan derita. Sehingga sulit untuk tertawa, atau bergembira. Bersukacita dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaran kita di surga.
B ketiga: berbagi. Hidup ini bukan soal diri, melainkan hidup adalah bersama dan dengan yang lain. Buatlah hidup ini berguna dan memberi inspirasi bagi sesama. Buatlah tangan, kaki, hati dan seluruh diri ini menjadi saluran berkat Tuhan.
Jadilah penerima berkat dan pembangi berkat.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

