RedJoss.com – Sepahit-pahitnya hidup ini, lebih pahit orang yang tidak bisa bersyukur dan tidak berani menerima kenyataan hidup yang sebenarnya.
Hidup terasa kurang, karena kita hobi membanding-bandingkan dengan orang lain. Kita jadi mudah mengeluh, protes, komplain, dan seterusnya.
Hidup ini seakan kehilangan arti ketika kita tidak mempunyai tujuan hidup yang terarah dan jelas. Kita menjalani hidup cenderung apa adanya. Konon, hidup ini bagai air yang mengalir.
Kenyataannya, ketika menghadapi tantangan dan banyak benturan hidup, kita mudah menyerah. Kita merasa tidak mampu, tidak berdaya, dan kalah.
Kita pasrah, tetapi sikap kita yang salah. Pasrah itu identik tidak percaya diri sendiri dan kita mudah menyerah.
Sifat air yang sesungguhnya itu cerminan pribadi yang berpendirian teguh dan pejuang yang gigih.
Air selalu piawai mencari jalan ke luar dari setiap masalah.
Pasrah yang sepasrah-pasrahnya itu ketika kita berani berjuang dengan kesungguhan hati untuk memberikan kemampuan yang terbaik.
Kita berjuang tidak mengandalkan kemampuan sendiri, tetapi mengandalkan Tuhan. Dalam setiap langkah, keputusan, hingga hasil akhir.
Dengan selalu bersyukur, kita mencukupkan diri dengan yang kita peroleh.
Dengan berani melihat kenyataan hidup ini, kita melihat anugerah Tuhan yang luar biasa.
Selalu mencukupkan diri dan bersyukur, dijamin kita tidak bakal tersungkur.
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

