“Pemenang itu selalu cari peluang, sedang pecundang itu selalu menyalahkan.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kita sering dihadapkan pada sebuah keadaan. Ada yang bisa, tapi ada juga yang tidak bisa dikendalikan. Keadaan yang tidak bisa dikendalikan itu sering memicu emosi, jengkel dan marah.
Di saat mengalami, kita sering tidak sadar. Emosi memuncak menguasai nalar. Lepas kendali, lalu melakukan kesalahan demi kesalahan, dan kebodohan demi kebodohan. Memang benar, saat emosi ini naik, kecerdasan kita menurun.
Sering kali tindakan kita tidak menggunakan nalar dan kecerdasan, sehingga berujung pada penyesalan. Kita salah memutuskan, mengambil pilihan, salah dalam ucapan, dan tindakan. Kita ingin rasanya mengulang waktu. Tapi sayang semua telah terjadi. Menyesal juga tiada guna.
Saat penyesalan itu terjadi, waktu tidak dapat diputar kembali. Kita menyalahkan dan meratapi diri. Tapi, jika kita beranggapan semua seolah tidak dapat diperbaiki, hal itu salah. Kita mempunyai kesempatan untuk melakukan yang baik untuk memoerbaiki diri. Memang tidak mungkin kita mengubah masa lalu yang sudah terjadi. Tapi kita bisa melakukan sesuatu hari ini, untuk mengubah akhir cerita hidup nanti.
Tuhan selalu memberi kesempatan agar kita tidak sia-siakan, tapi untuk dimanfaatkan dengan baik. Yakinlah selalu ada jalan bagi kita yang mempunyai pengharapan dan iman.
‘Accept’, terimalah kerapuhan, kesalahan, kenyataan dan segala beban. Itu langkah awal kita untuk bangkit dari keterpurukan. Jangan hanya menyesal dan menyalahkan tapi lakukan sekarang.
‘Adapt’, beradaptasilah dengan keadaan. Tidak mungkin kita bisa mengubah keadaan dan menyenangkan semua orang. Tapi minimal kita menyenangkan Tuhan. Beranilah untuk angkat tangan berserah pasrah, maka Tuhan akan turun tangan untuk menolong.
‘Be winner person’, jadilah pemenang yang selalu mencari peluang, bukan pecundang yang selau menyalahkan dan mencari kesalahan.
Jadilah pemenang yang rendah hati!
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

