Sesaat lagi Ramadhan usai dan Prapaskah akan berakhir.
Apa yang dicari dengan puasa dan derma, jika hati kita kemrungsung?
Tanpa penataan niat dan kejujuran batin, puasa itu hanya dapat lapar, dan derma itu hanya mengurangi saldo. Ketenangan itu justru lahir saat kita berhenti ‘mencari sesuatu’ (menep) dari ibadah tersebut dan mulai merasakan prosesnya.
Terkadang kita harus berani jadi ‘suwung’ (mengosongkan diri) agar Sang Air Hidup yang punya ruang itu mengaliri sumur hati kita, yang sering kemrungsung (bergolak). Puasa adalah saat hening agar kita ‘menep’, entah dengan doa, ibadah atau derma.
Berkah Dalem.
Jlitheng

