“Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap” (Mrk 4: 22).
…
Ketika melihat pengemis kelaparan, kita memalingkan kepala, seakan-akan tidak melihat. Kita mendengar teman tertimpa musibah, diam-diam kita menjauh, karena takut dimintai bantuan. Demi kekayaan dan kenyamanan, kita menipu teman atau meminjam uang tanpa mengembalikan dan berdalih belum ada uang.
Disadari atau tidak, kita sering jadi buta, walaupun memiliki mata. Kita jadi tuli, walaupun memiliki telinga. Kita tidak berempati, walaupun memiliki hati. Mungkin, di hadapan semua orang, kita dapat bersandiwara, menyembunyikan niat atau motivasi yang sebenarnya dalam hati kita, tapi Tuhan Maha Tahu. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Dia mengingatkan, bahwa tidak ada yang tersembunyi dan rahasia yang tidak akan disingkapkan.
Orang-orang Farisi pernah ditegur Yesus, “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tapi Allah mengetahui hatimu” (Luk 16: 15).
Mari mawas diri. Adakah kepalsuan dalam diri kita? Apakah kita ingin tampil dan dikenal ‘benar’ (setia, jujur, murah hati, ramah) di hadapan orang (pimpinan, pasangan hidup, rekan-rekan), padahal dalam hati kita menyukai hal-hal yang sebaliknya (perselingkuhan, kebohongan)?
Mari kita tanggalkan kepalsuan-kepalsuan itu dan setulus hati berusaha hidup benar di hadapan Tuhan.
…
Veronika
Kamis, 30 Januari 2025
Ibr 10: 19-25 Mzm 24: 1-6 Mrk 4: 21-25
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

