| Red-Joss.com | Di salah satu optik di kawasan Bintaro, saya berjumpa seorang anak muda yang pernah menjadi mahasiswa saya.
“Selamat siang, Pak. Masih ingat saya?” sapanya.
“Tentu dong. Jonas, kan,” jawabku. Jonas adalah mahasiswa yang pintar, tapi mudah menghindar dari sesama mahasiswa yang kurang cocok atau suasana yang dianggapnya menghambat. “Jo masih kerja di PT Kurnia?”
“Sudah pindah, Pak. Bos saya orangnya pemarah dan tidak menghargai pendapat bawahannya.”
“Jadi tahun ini pindah dua kali, ya. Apakah Jo saja yang ke luar atau semua temanmu ke luar juga?” selaku. “
“Tidak Pak, saya sendiri,” jawabnya.
Fenomena seperti yang dilakoni oleh anak muda tadi tidak hanya terjadi di arena kerja, tapi di semua aspek kehidupan, termasuk dalam pelayanan bahkan dalam relasi suami-isteri. Ini beda dengan baperan, tapi tentang daya tahan atau ketahanan diri.
Ketahanan biasanya dikaitkan dengan elastisitas atau kelenturan, seperti pada pohon yang melengkung dan bergerak mengikuti angin sebelum kembali ke bentuk aslinya, atau kembali ke keadaan semula setelah diregangkan atau ditekuk oleh angin. Misalnya pohon kelapa. Pohon ini akan kembali tegak gagah setelah diregang dan ditekuk oleh angin.
Seseorang dikatakan berdaya tahan, jika mampu beradaptasi dan fleksibel terhadap pergulatan hidup yang dialami. Mampu mengambil bentuk baru untuk memenuhi tuntutan situasi baru tanpa kehilangan bentuk asali secara permanen.
Orang yang memiliki daya tahan juga disebut tangguh. Orang yang memiliki daya tahan lebih mungkin untuk berhasil dalam hidup ini, karena dia bukan hanya sanggup bertahan, tapi mampu berkembang dalam situasi yang sulit.
Misalnya, ketika kita bekerja dengan seseorang yang pemarah atau tidak kooperatif, kita dapat memikirkan bagaimana situasi ini membantu kita mengembangkan kesabaran, pengertian, dan empati. Tidak kabur, tetapi belajar untuk bertahan dan memenangkan keadaan. Begitulah kehidupan. Tak semuanya sesuai, kita yang harus menyesuaikan diri, dan pada akhirnya menjadi pemenang. Menang tanpa merendahkan.
Salam sehat dan tak henti berbagi berkat.
…
Jlitheng
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

