“Tidak adakah yang melémparimu dengan batu?” tanya Guru. “Tidak ada Guru,” jawab perempuan berdosa itu. “Aku juga tak akan menghukummu. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi,” tegas Sang Guru.
Pernyataan-Nya itu tegas berisi harapan.
Harapan adalah hal yang abstrak, tapi kehadirannya sangat terasa dan berdampak besar bagi kehidupan seseorang.
Hope is such an energy by which, any dark part of life can be illuminated.
Harapan itu bukan hanya sekadar perasaan, melainkan juga sebuah kekuatan yang bisa menggerakkan dan memberikan motivasi untuk terus maju, bahkan dalam situasi yang paling sulit pun.
Inilah yang harusnya kita kembangkan, secara pribadi atau kelompok, paska APP, ‘spread love, spread hope’, tabur kasih dan harapan, utama untuk mereka yang nyaris hidup tanpa harapan. ‘Don’t judge!’
Salam sehat.
Jlitheng

