“Ya, Tuhan, bukalah telingaku untuk mendengar sabda-Mu agar hidupku bercahaya dan membawa sukacita bagi dunia.”
Ketika umat Allah kembali dari pembuangan, mulut mereka dipenuhi dengan tawa, lidah mereka dengan sorak-sorai. Allah menggerakkan hati raja agar mereka bangkit membangun kembali rumah-Nya. Apa yang tampak mustahil, Ia genapi dengan kuasa dan belas kasih.
Sungguh, yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan sorak-sorai!
Tuhan Yesus, Engkau bersabda, bahwa tidak ada orang menyalakan pelita lalu menutupinya. Sabda-Mu adalah pelita itu dalam hati kami, yang harus bercahaya bagi sesama, bukan disembunyikan. Engkau memanggil kami jadi pembawa terang untuk menyingkapkan yang baik, menolak yang palsu, dan menolong dunia melihat dengan jernih dan benar.
Ajarlah kami, ya Tuhan, untuk berhati-hati, bagaimana kami mendengar. Terlalu sering perhatian kami teralihkan oleh kekhawatiran atau kesibukan, sehingga api dalam hati kami meredup. Sucikanlah telinga dan hati kami, supaya yang kami dengar dalam doa dapat jadi nyata dalam hidup sehari-hari. Biarlah Sabda-Mu mengakar dalam kami, hingga tindakan kami memancarkan terang-Mu.
Roh Kudus, tolong kami menghargai Kitab Suci dengan penuh hormat. Bukan hanya membacanya, tapi juga mendengarkan dan melaksanakannya. Semoga sabda-Mu mengubah pikiran dan pilihan kami, sehingga hidup kami jadi pelita di atas kaki dian untuk memancarkan kasih, keadilan, dan sukacita bagi sesama.
Bapa, percayakanlah kepada kami terang Kristus dan jagalah api itu tetap menyala. Jadikan kami pengelola yang bijak dan setia atas segala anugerah-Mu, agar banyak orang melihat dan memuliakan nama-Mu. Sebab ketika Engkau memulihkan hidup kami seperti sungai di tanah kering, seluruh dunia akan bersaksi: “Tuhan telah melakukan perkara besar bagi mereka, dan kami bersukacita.”
“Demi Kristus Tuhan kami. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

