Orang bilang ‘janji adalah utang, sebab itu harus ditepati.’ Memang, dalam banyak kasus, ketika salah satu pihak ingkar janji, itu dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan dari pihak yang dijanjikan, yang pada gilirannya membuat hubungan jadi rapuh dan terputus. Bersyukurlah, Tuhan yang kita imani tidak pernah ingkar janji. Ketika Dia berjanji, Dia pasti memenuhinya.
Paulus menjelaskan kepada umat di Korintus, bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan dari semua janji Tuhan; Melalui-Nya, kita diberikan Roh Kudus sebagai jaminan atas pewarisan kita.
Jika Tuhan sudah memenuhi janji-Nya, lantas apa yang harus kita buat sebagai tanggapan kita? Tuhan Yesus meminta kita supaya jadi garam dan terang. Hal ini berarti memberikan pengaruh positif pada dunia sekitar kita; sementara jadi terang berarti menunjukkan teladan hidup yang penuh kasih bagi orang Iain. Penting untuk diingat, bahwa panggilan kita jadi garam dan terang bukanlah untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Allah dan jadi alat bagi-Nya.
“Ya Tuhan, berikanlah kami kekuatan dan hikmat untuk menjalankan tugas kami sebagai garam dan terang di dunia ini, sehingga nama-Mu dimuliakan dan orang- orang dapat melihat cahaya-Mu melalui hidup kami. Amin.”
Ziarah Batin

