Calon Mantu โ 10 | Oleh Mas Redjo
Komitmen, itu penilaian saya pada Bagas, ketika ia mulai membantu saya di kantor menggantikan Ibunya. Ia dengan cepat belajar dan beradaptasi, walapun terkadang ia gamang dan tidak tahu apa yang harus dikerjakan.
Awalnya, hal itu saya biarkan, supaya ia mengamati dan mengambil inisiatif untuk belajar!
Siang itu, saya agak kaget, ketika Bagas menegur, atau lebih tepat mengingatkan saya.
Saya menahan senyum, dan berhenti menulis.
“Ya, kenapa?”
“Saya ingin pembagian tugas,” kata Bagas serius.
“Oke. Maumu bagaimana. Coba kau yang atur. Babe ikutin,” kata saya cuek, dan terus menulis. Saya ingin melihat kesungguhan dan inisiatif Bagas dalam sistem yang hendak diterapkan di kantor.
Sepulang kerja Bagas meminta pada saya rencana pengiriman barang untuk keesokan harinya.
“Baru beberapa pelanggan. Sejak Ekonomi melambat, penjualan anjlog hingga 40%. Tiap pagi Babe harus nenghubungi dan mengingatkan pelanggan untuk minta order,” jelas saya. Bagas mau berkomentar, tapi urung. “Kau lihat saja besok.”
Selanjutnya di Calon Mantu โ 10 | Mempertemukan Bagas dengan Wen

