“Menghidupi keteladanan Tuhan Yesus itu lewat jalan kemurnian, ketaatan, dan kemiskinan. Karena kita adalah milik-Nya.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Ajaib! Ketika saya menghadiri pemberkatan pernikahan suci anak seorang teman di Gereja, tiba-tiba ingatan saya dilontarkan ke realita hidup keimanan sendiri:
“Apakah saya mempelai-Nya yang setia?”
Pertanyaan itu muncul, karena saya disadarkan dengan homili Romo. Bahwa yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan oleh manusia (Matius 19: 6).
Apakah saya telah menghadirkan Tuhan Yesus dalam hidup berumah tangga?
Saya berefleksi itu untuk dihidupi. Caranya dengan meneladani hidup Tuhan Yesus agar kehadiran-Nya makin nyata dalam keluarga saya. Hidup untuk saling mengkasihi seperti kita mengasihi Tuhan Yesus.
Saya ingat dengan 3 kaul yang diucapkan biarawan-biarawati untuk hidup selibat jadi mempelai Tuhan Yesus, yakni kaul kemurnian, ketaatan, dan kemiskinan.
Dengan kaul kemurnian, kita hidup suci dalam pikiran, perkataan, dan perilaku. Kita hidup baik dan benar di hadapan Tuhan.
Dengan kaul ketaatan, kita taat pada kehendak Tuhan berarti juga taat pada manusia yang dicintai-Nya. Kita taat dan setia pada janji pernikahan suci, karena Tuhan setia.
Dengan kaul kemiskinan, kita berjanji untuk tidak mengikatkan diri pada kebendaan atau kenikmatan duniawi, tapi menggunakannya secara bijak dan bagi kemuliaan Tuhan.
Dengan memiskinkan diri di hadirat Tuhan, kita sepenuhnya bergantung dan mengandalkan belas kasih-Nya.
Dengan menghidupi teladan Tuhan Yesus dalam keseharian, kita jadi mempelai-Nya untuk mengasihi sesama menuju hidup kekudusan sebagai ungkapan syukur kepada-Nya.
…
Mas Redjo

