“Pikiran yang serasa penuh, ngap, dan suntuk itu sebenarnya dipenuhi oleh hal-hal buruk, negatif, dan ego yang dominan.” -Mas Redjo
Jika memori hp itu yang penuh, kita dapat membuang file video dan foto agar tidak memberati. Bisa juga kita baru mengaktifkan video yang hendak ditonton itu. Tapi pikiran yang ngap dan suntuk?
Untuk mengurangi beban pikiran, kita dapat pergi refreshing, melihat pepohonan yang menghijau, lautan, atau tidur. Apakah kita mampu mengurangi beban pikiran yang ngap itu?
Faktanya adalah beban pikiran itu hilang sesaat (keslamur). Tapi muncul kembali, bahkan terkadang beban pikiran ini makin berat dan ngap!
Cara jitu untuk mengurangi beban pikiran yang membuat kita ngap adalah dengan berefleksi diri. Kita bersyukur untuk menerima kenyataan pahit getir itu dan berdamai dengan diri sendiri.
Jika yang memberati pikiran kita adalah akibat perkataan, sikap, dan perilaku kita yang buruk pada orang lain, ya, kita harus rendah hati dan berjiwa besar untuk meminta maaf pada mereka.
Jika akibat ulah dan perilaku orang lain, ya, kita berani memaafkan dan mendoakan mereka dengan ikhlas. Kita belajar untuk tidak sensitif, ge-eran, dan emosian. Tapi belajar sabar dan rendah hati.
Menjaga pikiran ini tetap jernih adalah jalan kerendahan hati agar kita jadi pribadi yang tahan uji, dewasa, dan bijaksana.
Sadar diri adalah jalan kebijaksanaan untuk memahami orang lain agar kita bahagia.
Mas Redjo

