Pelayanan tertinggi itu bukan tentang apa yang kita beri (materi/kepintaran), melainkan tentang kehadiran kita. Telinga yang mendengar dan hati yang merasakan adalah kemewahan yang tidak ternilai.
Melayani itu bukan karena sempurna, melainkan tentang berani meminjamkan hati agar kita bisa melihat sesama sebagaimana adanya.
Semoga langkah Anda hari ini ringan, hati tetap sejuk, dan kehadiran Anda benar-benar jadi ‘oase’ bagi siapa pun yang Anda temui.
Selamat melayani dengan setulus hati!
Berkah Dalem.
Jlitheng

