“Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh 14: 27b).
Yesus menjanjikan damai sejahtera bagi kita. Apakah maksud dari damai yang diberikan-Nya? Apakah itu berarti kita tidak akan mengalami perang, bencana alam, atau musibah apapun? Tidak. Damai yang dimaksud oleh Yesus tentu berbeda dengan damai yang dipikirkan manusia. Damai yang diberikan oleh Yesus ialah damai di dalam hati, damai sejati yang tidak dapat diambil dan dipengaruhi oleh siapa dan apa pun.
Seseorang yang memiliki damai di dalam hatinya, akan tetap tenang dan tidak gentar, walapun harus berhadapan dengan pencobaan, penganiayaan, dan berbagai tekanan. Teladan dari para Kudus dapat jadi cerminan dari pribadi yang memiliki kedamaian batin. Mereka tidak takut, walapun harus dirajam, disiksa, dianiya bahkan sampai harus kehilangan nyawa. Mereka tetap percaya dan berserah pada kehendak Allah dan tidak menyerah pada godaan dan tawaran dunia.
Sebagai orang Kristen, kita juga dipanggil untuk berani menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dan mengabaikan ambisi pribadi untuk teguh mengikuti kehendak Tuhan.
Mari kita membuka hati untuk menerima damai sejati yang Tuhan sediakan bagi kita dan meninggalkan segala kekhawatiran serta ketakutan kita.
Sr. M. Odilia, P. Karm
Selasa, 20 Mei 2025
Kis 14: 19-28 Mzm 145: 10-13.21 Yoh 14: 27-31a
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

