“Selagi dicobai dengan berat dalam berbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan, meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan” (2 Kor 8: 2).
Seorang wanita yang tinggal di daerah miskin dengan penghasilan terbatas membantu tetangganya yang lebih membutuhkan. Meskipun dia sendiri berkekurangan. Tapi dia memilih untuk memberi sebagian kecil dari yang dimiliki, seperti makanan atau pakaian bekas yang masih layak dipakai kepada tetangganya. Wanita ini memberi dengan tulus, penuh kasih, dan tanpa paksaan. Hal ini adalah gambaran dari jemaat di Makedonia yang memberi dengan hati penuh sukacita. Santo Paulus menulis tentang kemurahan hati jemaat di Makedonia, meskipun mengalami penderitaan dan kemiskinan, tapi mereka masih dengan sukarela memberi sumbangan yang melimpah untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Ayat ini mengajarkan kepada kita pentingnya memberi dengan hati yang tulus, sekalipun kita dalam keadaan sulit. Lewat teladan jemaat di Makedonia, kita diajak untuk memberi tidak hanya dari kelimpahan kita, tapi juga dalam kekurangan kita. Tuhan tidak hanya melihat besar kecilnya pemberian kita, tapi motivasi dan hati kita dalam memberi.
Sr. M. Alexandra, P. Karm
Selasa, 17 Juni 2025
2 Kor 8: 1-9 Mzm 146: 2.5-9 Mat 5: 43-48
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

