| Red-Joss.com | Siapa ingin jadi tangguh hendaknya belajar untuk mengenali kelemahan dan kekurangannya sendiri.
Sederhana, tapi hal itu tidak mudah. Bahkan amat berat dan sulit untuk dijalani. Siapa di antara kita yang sadar diri, bahwa sesungguhnya lemah dan banyak kekurangan?
Refleksi adalah jalan terbaik untuk pahami diri sendiri agar kita jadi pribadi yang rendah hati.
Begitu pula saat saya direndahkan teman di hadapan banyak orang. Ia memutar balikkan fakta untuk menyalahkan saya agar jadi malu.
Ternyata ia gagal, karena saya tidak bereaksi, menyanggah, atau membela diri. Sebaliknya saya diam dan tersenyum untuk meminta maaf padanya. Selesai? Ya, saya juga mendoakannya agar hati ini tidak terluka dan semoga ia segera menyadari kekeliruannya.
Bagi saya pribadi kebenaran itu harus selalu disuarakan, tidak untuk membela diri atau menyalahkan pihak tertentu. Tapi memberi solusi, karena cinta damai dan hati yang mengasihi.
Orang baik itu juga tidak pernah mengingat perbuatan baik yang dilakukannya, karena berbuat baik itu kewajiban dan panggilan hati.
Sesungguhnya dengan mengalah untuk memahami orang lain itu, kita belajar untuk mengenali diri sendiri dan jadi pribadi yang tanggguh.
Kita dituntut setia untuk komitmen dan konsisten menuntaskan tugas perutusan Tuhan Yesus sampai akhir.
Membahagiakan orang lain adalah jalan terindah untuk menyenangkan hati Tuhan Yesus (2 Korintus 9: 7).
…
Mas Redjo

