Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Di dalam proses pemilihan pemimpin di lingkungan kita, entah itu pemilihan kepala desa, bupati/wali kota, gubernur, anggota legislatif, maupun pemilihan presiden atau pilpres, kita sering salah.”
(Sri Handoko)
…
| Red-Joss.com | Pembuka tulisan (di bagian atas) ini adalah paragraf dari Surat kepada Redaksi Kompas, Kamis, (1/8/2024) atas nama Sri Handoko, Tugu, Semarang.
“Bagaikan membeli kucing dalam karung” demikian peribahasa kita. Ungkapan ironis ini mau mengatakan, bahwa hendaknya di dalam bertransaksi itu kita berhati-hati agar kelak tidak kecewa.
Kitalah yang Salah
Sri Handoko mau mengungkapkan pemikiran dan kesimpulannya atas keteledoran masyarakat kita selama ini, khusus di saat pemilihan umum.
Beliau bahkan berpendapat, bahwa masyarakat kita, ternyata sangat mudah untuk tergiur oleh uang politik yang bertebaran di mana-mana.
Beliau berpendapat, bahwa hal ini memang sulit dibuktikan secara kasatmata, namun bisa dibuktikan secara kasat rasa.
Sindiran Halus Beliau
Akan tetapi, ketika disodori sebuah pemanis, entah uang, barang, atau fasilitas lain untuk memilih calon itu, tanpa berpikir panjang banyak orang yang kemudian memilih untuk mencoblos nama calon itu di surat suara, demikian Sri Handoko.
Maka, surat pembaca ini diberinya judul “Kita yang sering Salah.” Rupanya beliau sungguh sadar akan keteledoran laten yang sudah bersifat masal ini.
Padahal di sisi lain, kita telah mengetahui sepak terjang dan kualitas sang calon itu. Namun, atas nama โmamonโ dan seribu janji manis itu, kita tersungkur bersama-sama dan beramai-ramai pula.
Tetapi sejak di awal masa reformasi kita pun beramai-ramai dengan lantang perkasa meneriaki agar hentikan KKK. Tapi, ketika praktik nepotisme kian berseliweran, kita turut membungkam.
Beliau mengajak kita agar sudi merenung dan mengevaluasi kembali sikap kong kalikong kita ini.
Pesan beliau pada paragraf akhir tulisannya, “Jangan memilih pemimpin karbitan, karena popularitas atau dongkrakan dari kekuasaan.โ
Amanat Beliau sebagai Konklusi
โKita sering membuat masalah dan kitalah orang yang bermasalah itu, semoga saja saya yang salah menduga!”
Lalu di manakah karakter dan jatidiri sejati masyarakat kita, hingga berani membeli seekor kucing di dalam karung?
…
Kediri,ย 3ย Agustusย 2024

