Red-Joss.com – Sesungguhnya untuk membuka pintu rezeki dari Allah itu caranya sederhana, mudah, dan murah.
Sederhana, karena siapa pun, baik anak muda atau orangtua, orang kaya atau miskin… semua mampu melakukannya.
Mudah, karena silaturahmi yang dijalin tanpa syarat dan tanpa sekat itu, bahkan mampu menembus ruang dan waktu.
Murah, karena kita tidak harus mengeluarkan biaya sepeser pun. Bahkan dengan senyuman, sapaan nan tulus, dan doa ikhlas itu kita mampu membuat bahagia orang lain.
Membangun relasi antar sesama, dan kita dengan Allah, hendaknya berlangsung dua arah agar arus komunikasi itu jadi lancar jaya.
Untuk membangun hubungan dua arah, timbal balik, dan sehat itu kuncinya adalah kita tidak boleh egoistis. Kita maunya diberi, dan diberi, tapi tidak mau atau lupa memberi.
Ketika kita bergantung sepenuhnya pada orang lain, kita tidak ubahnya seperti benalu. Saat benalu itu dipotong, kita jadi kelimpungan, dan mati.
Padahal, sekiranya kita tidak mampu membalas pemberian orang itu dengan barang, misalnya. Kita dapat membalas lewat perhatian, kesediaan diri membantu tanpa pamrih, dan doa.
Membangun hubungan dengan Allah dan sesama itu hendaknya secara intens dan terus menerus. Tidak sekadar, ketika ada butuh atau penting, kita lalu berhubungan dan melancarkan rayuan gombal.
Sesungguhnya rasa kedekatan, emosi, dan kebersamaan itu makin kuat dan kokoh, ketika kita saling memahami satu dengan yang lain.
Jadi, jangan kaget, karena rasa kedekatan, sahabat itu lebih cepat ingat dan mendulukan kita saat ia hendak berbagi order, job, atau rezeki. Dengan berbagi rezeki, semua jadi bahagia.
Begitu pula, jika relasi kedekatan kita dengan Allah.
Sesungguhnya, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.”
Makin dekat dan akrab dengan Allah, hidup kita makin bahagia dan sejahtera.
…
Mas Redjo

