Kita sering mendengar ungkapan, bahwa kaum muda, remaja, dan anak-anak adalah harapan Gereja, nusa dan bangsa kita. Namun, siapa yang sungguh peduli kepada mereka? Apakah mereka juga peduli terhadap diri sendiri sebagai harapan masa depan?
Santo Yohanes Bosco yang kita kenangkan hari ini adalah rasul kaum muda. Dia percaya, bahwa kaum muda sungguh membawa harapan bagi segalanya. Prinsipnya adalah, “biarkanlah kaum muda itu tidak hanya mendengar, bahwa dirinya dicintai, tapi dia harus mengalami, bahwa dirinya memang dicintai.”
Cita-cita dan perjuangan Santo Yohanes Bosco membuka wawasan kita untuk memahami Injil hari ini. Kerajaan Allah itu ada dan terus berkembang. Ibarat seorang yang menaburkan benih, lalu benih itu akan bertunas dan kemudian terus berkembang, hingga besar dan berbuah.
Tunas itu akan menghasilkan buah tepat pada waktunya. Semuanya sudah direncanakan Tuhan. Apakah orang yang menabur itu menyadarinya? Ternyata semuanya berasal dari kuasa Tuhan. Hal yang sama terjadi pada biji sesawi yang memang merupakan biji yang kecil. Namun, biji sesawi akan bertumbuh jadi pohon yang besar, bahkan burung-burung dapat bersarang dalam naungannya.
Apakah semuanya ini berjalan baik-baik saja? Tentu saja tidak. Kaum muda, remaja, dan anak-anak memiliki tantangan serta penderitaan tersendiri.
Demikian juga Kerajaan Allah mendapat kesulitan di pihak manusia sendiri yang menutup dirinya. Pesan istimewa dari penulis surat kepada Umat Ibrani: “Kalian telah menderita banyak. Sebab itu, janganlah melepaskan kepercayaanmu” (Ibr. 10:32). Apakah kita menyadari Kerajaan Allah di dalam hidup kita?
Ya Tuhan, sadarkanlah kami akan indahnya Kerajaan-Mu, sehingga kami pun turut serta menjadi saksi Kerajaan-Mu di dunia ini. Amin.*
…
Ziarah Batin

