Ketika lelah, kita beristirahat. Jika pikiran suntuk dan tubuh ini lungkrah, datanglah kepada Allah agar kita disegarkan-Nya.” -Mas Redjo
…
Allah tidak mengecewakan orang yang datang kepada-Nya, karena Ia setia.
Yesus memberi teladan pada kita untuk membangun intimasi dengan Allah agar kita memiliki hubungan sedekat dan seakrab seperti Dia.
Meski sibuk dan lelah sekali, Yesus senantiasa mempunyai waktu untuk berintimasi dengan Allah. Bahkan semalam-malaman Dia berdoa kepada-Nya (Luk 6: 12).
Sebagai manusia, Yesus memiliki keterbatasan kekuatan phisik. Tapi dengan penyatuan diri dengan Allah, semangat cinta kasih-Nya pada sesama itu berkobar luar biasa.
Pengalaman dan kedekatan Yesus dengan Allah itu menginspirasi dan memotivasi umat beriman untuk meneladani dan mengikuti-Nya.
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Mat 11: 28-30).
Membuka hati, datang kepada Allah untuk membangun intimasi yang didasari komitmen, konsisten, dan kasih, maka jiwa kita senantiasa disegarkan-Nya.
Kedekatan nan mesra kita dengan Allah adalah jaminan hidup selamat dan bahagia.
…
Mas Redjo

