Oleh : Rm. Petrus Santoso, SCJ
| Red-Joss.com | Sadarilah, bahwa Tuhan mengasihimu. Dia memberikan kasih yang sempurna untuk kita. Kita yang dikasihi-Nya ini harus juga bertumbuh dalam kasih yang sama.
Perintah Tuhan sangat jelas, yaitu “Hendaklah kita saling mengasihi satu sama lain.” Ini adalah perintah baru yang harus diperbaharui setiap hari.
Oleh karena itu, kalahkan kebencian, iri hati, dendam, sakit hati, luka batin, kejahatan, ego diri, kemarahan, kesombongan, dan keangkuhan itu dengan kasih. Kita membangun hal-hal yang positif itu dengan kasih.
Bagikan kasih itu kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Santa Teresa dari Kalkuta mengatakan bahwa, “Jangan sampai orang datang kepadamu lalu pergi dengan tidak bahagia.” Tahu sebabnya? Karena kita tidak mempunyai kasih. Pastikan, bahwa kehadiran kita, ucapan, perilaku, dan perbuatan kita penuh dengan kasih, sehingga orang menjadi bahagia.
Bagi yang masih sulit untuk mengasihi, kita diajak untuk belajar dan belajar. Masih ada waktu untuk berdamai dengan siapa pun: diri sendiri, sesama dan Tuhan. Sebab kasih itu tidak mengenal musim, setiap saat bisa kita panen.
Pastikan, bahwa hari ini kita bisa mengasihi 1, 2, atau 3 orang, dan seterusnya. Kita membangun budaya kasih. Membangun keluarga, komunitas, dan masyarakat yang penuh kasih. Kita mengubahnya melalui diri sendiri. Perubahan itu akan terjadi, ketika setiap pribadi itu mempunyai komitmen yang sama untuk berubah: hidup saling mengasihi.
Rm. Petrus Santoso, SCJ.

