“Karena membaca itu berteman dengan menulis, aku tidak mau egois.” -Mas Redjo
Setiap kali dan seusai membaca hal-hal baik dan positif, saya segera menuangkan ide itu ke dalam tulisan. Karena saya bukan pemalas atau penikmat suatu karya, melainkan sebagai penerus untuk membagikan buah-buah refleksi diri dari inti tulisan itu.
Karena melihat dan mendengar, saya berbicara hal-hal yang baik dan positif itu untuk mengambil hikmat Tuhan.
Karena berpikir, saya memvisualkan gagasan itu agar saya jadi kreatif dan produktif, sehingga hidup ini makin berwarna serta bermakna.
Sejatinya yang diciptakan Tuhan selalu berpasangan; ada pria dan wanita, yin dan yang, terang dan gelap, dan seterusnya. Tujuannya agar hidup ini jadi harmoni, indah, dan bahagia.
Apakah kita bahagia?
Padahal bahagia itu sederhana, karena hidup ini adalah hikmat Tuhan.
Resep bahagia juga sederhana, yaitu hidup ini untuk senantiasa disyukuri dan direfleksikan, “Apa pun yang terjadi di dunia ini adalah anugerah-Nya!”
Karena hidup adalah hikmat Tuhan menuntun saya untuk senantiasa mensyukuri: fakta yang terjadi itu dengan melukis sejarah di hati.
Dengan selalu mengucap syukur dan berserah ikhlas pada Tuhan, saya melihat hikmat-Nya yang luar biasa.
“Seberat, sepahit, dan sesulit apa pun sikonnya, ketika hidup ini disyukuri ikhlas hati, semua itu jadi berasa semanis madu hutan.”
Sejatinya, ketika kita selalu berpikir dan berbuat hal-hal baik, positif, serta amal kasih… kita adalah saluran berkat Tuhan.
Niat ingsun!
Mas Redjo

