“Ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya” (Luk 8: 16b).
Sebuah lampu yang paling terang sekalipun, tidak akan berguna, jika dinyalakan di siang bolong. Akan tetapi, dalam kegelapan, sedikit cahaya pun akan sangat berguna untuk menerangi sekitarnya.
Kita adalah terang dunia, yang dipilih oleh Allah dan dipanggil untuk menerangi dunia sekitar kita. Segala bantuan dan perhatian kita, walaupun hanya dalam hal kecil itu akan sangat berguna bagi mereka yang membutuhkan. Bantuan yang kita berikan dapat berupa materi, perhatian, waktu yang kita curahkan untuk mereka yang berduka atau kehilangan, dan terutama doa-doa kita.
Kesediaan kita untuk jadi terang bagi sesama, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat itu jadi tanda iman dan kesediaan kita untuk melakukan kehendak Allah, yaitu memancarkan terang kasih Allah di tengah kegelapan dunia.
Kita tidak harus melakukan hal-hal besar, tapi kita dapat melakukan hal-hal kecil dan sederhana dengan cinta yang besar, sebagaimana diteladankan oleh St. Theresia dari Lisieux.
“Ya, Tuhan, terangilah hatiku, sehingga terang-Mu dapat memancar kepada setiap orang yang kujumpai.”
Fr. Reinardus de Jesu, CSE
Senin, 22 September 2025
Ezr 1: 1-6 Mzm 126: 1-6 Luk 8: 16-18
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

