Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Jika segala sesuatu di sekitarmu gelap, lihatlah lagi, mungkin kamu adalah cahayanya.”
(Mawlana Khudavandigar, Jala al-Din Rumi)
…
Panggilan Jadi Saksi
Panggilan itu dibutuhkan hari-hari ini untuk Indonesia yang lebih baik. Ketika perjalanan bangsa berada dalam kegelapan demokrasi, kerusakan konstitusi, dan kemerosotan moral, kita merindukan negarawan yang tampil ke depan sebagai lentera penerang. Ia jadi cahaya yang menyinari kegelapan bangsa. Demikian tulisan Sukidi, pemikir kebinekaan dalam sebuah analisis politik, Kompas, Kamis, (9/1/2025).
Tulisan saudara Sukidi ini berlatar belakang sebuah dambaan, agar para pemimpin bangsa kita dapat memancarkan cahaya hidup demi membangun demokrasi, keutuhan konstitusi, serta penegakan moral dalam membangun kehidupan bangsa ini.
Sukidi berpendapat, bahwa “Indonesia, sebagai sebuah negara yang berlandaskan Pancasila, justru sangat merindukan kehadiran negarawan yang mampu mengembangkan amanat nurani bangsa.”
Indonesia sedang tidak Baik-baik saja
Sampai kapan kondisi bangsa besar ini dalam keadaan terkoyak dan merana secara moral serta spiritual, karena ketiadaan contoh serta suri teladan handal dari para pemimpin bangsa?
Kini, yang sedang bertumbuh subur dan berkembang pesat ialah sikap-sikap nanar serta liar dalam tubuh bangsa ini, berupa sikap: inkonsisten, kemunafikan, anti demokrasi, korupsi, serta sikap hedonis lewat praktik kemewahan hidup yang justru dipertontonkan oleh para elite bangsa.
Potret yang Ditinggalkan
Ketika wajah Indonesia dipertontonkan dengan keserakahan dan kemewahan, mari kita belajar lagi dari kisah keteladanan negarawati Rahmi Hatta yang memilih hidup qanaah dengan rasa cukup dan syukur. Terhadap bisikan banyak orang kepada bangsa agar meminta fasilitas bisnis kepada pemerintah, Rahmi Hatta menjawabnya: “Ah, tidak perlu. Hidup seperti ini juga sudah baik. Tuhan selalu memberi saya rezeki” (Curahan hati Halida Hatta, 1999). Demikian bagian akhir dari tulisan saudara Sukidi.
Refleksi: Apa yang perlu Kita Buat
Mencermati sikap suri keteladanan: kesederhanaan dan kerendahan hati dari Bunda Rahmi Hatta, apa pandangan dan pendapat Anda, jika dibanding dengan praktik sikap hedonisme para elite bangsa kita hari-hari ini?
“Bertanyalah kepada hati nurani kita sendiri, apa yang telah kita persembahkan kepada negara dan bangsa ini!”
“Tuhan, jadikan kami sebagai warga negara yang berbakti kepada-Mu lewat bakti tulus kami kepada bangsa dan negara ini!”
…
Kediri, 13 Januari 2025

