| Red-Joss.com | Mulailah dengan mengucap-syukur atas kebaikan Tuhan yang amat sempurna. Dia menjaga kita, supaya tidak mudah jatuh ke dalam dosa. Kita diberi keluarga yang baik. Kita mempunyai sahabat-sahabat yang baik. Kita berjalan bersama dengan orang-orang yang baik hati dan menginspirasi.
Tetapi, ada masa tertentu, ternyata kita tidak menggunakan kesempatan itu secara maksimal. Lalu apa yang kemudian terjadi? Kita mengecewakan orang-orang yang mencintai kita, karena kita gagal untuk melakukan hal-hal baik. Kita malas, sembrono, dan tidak bertanggung jawab. Kadang kita menjadi egois dan sombong. Sehingga melukai hati mereka.
Karena dijamah Allah, kita sadar diri akan kelemahan, kesalahan dan dosa yang kita perbuat. Dari titik inilah, kita bangkit lagi. Kita tidak mau berlarut-larut dibelenggu oleh kelemahan, kesalahan dan dosa.
Iman kita menuntun kembali untuk merasakan kerahiman Allah yang amat sempurna. Maka, kita datang kepada Tuhan lewat Gerejanya yang kudus dan melalui pelayanan para imamnya. Dengan rendah hati kita membuka diri dan menerima Sakramen Tobat.
Di Masa Adven ini, lewat Pengakuan Dosa kita menerima Sakramen Tobat. Kita sungguh merasakan belas kasih Tuhan yang luar biasa. Indahnya menjadi seorang umat yang terlepas dari beban berat, karena kesalahan dan belenggu dosa.
Karena sesungguhnya hidup ini harus diisi dengan hal-hal baik, positif, dan amal kasih. Dengan Sakramen Tobat, kita meninggalkan hidup manusia lama untuk menjadi manusia baru.
Kita harus menghiasi hati ini dengan pernak pernik Natal yang cantik, indah, dan meriah untuk menyambut kelahiran bayi Yesus di Palungan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

