Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
- Saat kita lelah, lihatlah matahari.
- Bersinar di pagi hari, terbenam pada petang hari.
- Menandai dimulainya hari baru, dan menutup hari itu.
- Semuanya berjalan dengan pasti setiap hari.
- Cukupkah bagi kita untuk menyadari.
- Sebab, semua yang terjadi pada kita adalah kepastian.
Memaknai Kehidupan dari Alam Sekitar …
- Saat kita bingung, lihatlah arah mata angin.
- Ada empat arah utama: Utara, Selatan, Barat, dan Timur.
- Keempat arah memastikan kita untuk melangkah.
- Tinggal diingat ke mana arah langkah kita yang sebenarnya.
- Arah itu akan menuntun, sampai ke tempat tujuan.
- Kita menjadi tenang kembali.
Memaknai Kehidupan dari Alam Sekitar…
- Saat kita berbeban berat, lihatlah pelangi.
- Warna-warninya menggambarkan hidup kita.
- Hidup yang kita jalani itu tidak pernah sama.
- Nikmat rasanya saat bisa menjalani, melewati, dan memperjuangkannya.
- Terasa hidup jadi komplit.
Memaknai Kehidupan dari Alam Sekitar…
- Saat kita tidak mempunyai kebebasan, rasakan desiran angin.
- Dari mana datangnya dan ke mana perginya, tidak ada yang tahu.
- Dia selalu ada di sekitar kita membawa dan membagikan kesegaran.
- Membuat kita yang terkekang tetap bisa menghirup udara segar.
Memaknai Kehidupan dari Alam Sekitar…
- Saat kita takut, lihatlah cakrawala.
- Tanpa ada yang membatasi.
- Itulah luasnya mimpi-mimpi kita.
- Tidak ada yang bisa membatasi.
- Saat kita bisa berpikir dan merasa tanpa batas, maka ketakutan itu menjadi runtuh.
Memaknai Kehidupan dari Alam Sekitar …
- Saat kita sepi, rasakan hadirnya Sang Pencipta.
- Dia yang menciptakan kita.
- Dia yang memelihara.
- Dia yang menunjukkan jalan.
- Dia yang menerima kita kembali.
- Tidak diperlukan lagi arah mata angin.
- Yang menentukan itu adalah iman kita.
- Iman itu yang akan mengarahkan kita.
Sujud bersyukur dan sembahlah Allah.
Rm. Petrus Santoso SCJ

