“Hidupi harapan itu dengan doa dan wujudkan lewat karya nyata agar Tuhan memberi yang terbaik.” -Mas Redjo
…
Percaya dan mengimani Tuhan, karena kuasa doa itu luar biasa. Hidup ini adalah mukjizat-Nya, tapi cita-cita, impian, dan harapan yang jadi nyata itu membuat saya takjub pada-Nya.
“Amazing!” adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan belas kasih Tuhan dan anugerah-Nya.
Jika banyak orang berdoa itu agar harapan dan impiannya jadi nyata, saya menghidupi doa itu dengan karya untuk dimaknai dan setia pada Tuhan. Bahkan anugerah-Nya itu jauh di luar nalar saya.
Selalu berdoa untuk melibatkan Tuhan dalam usaha dan karya itu cara saya membangun intimasi dengan-Nya. Ketika hubungan kita dengan Sang Pencipta itu makin dekat dan akrab, tanpa meminta pun keinginan kita itu terwujud dan jadi nyata!
Awalnya adalah saya diminta oleh mertua pindah ke rumahnya yang mau ditinggal menetap di kota P. Padahal saya menempati rumah sendiri itu belum genap setahun. Ternyata Tuhan menyiapkan masa depan keluarga saya. Meski anak juga pindah ke sekolah swasta dan pengeluaran jadi membengkak.
Hikmat Tuhan adalah, rumah mertua dekat kantor, transportasi makin mudah, dan garasi rumah itu saya sulap jadi gudang barang. Bahkan dari garasi ini pula saya mampu membeli ruko, dan usaha makin mapan.
Sejatinya, ketika peristiwa demi peristiwa yang dialami itu tidak sesuai dengan harapan, kita tidak harus kecewa, komplain, putus asa, dan bahkan menggugat Tuhan. “Karena rancangan kita itu bukan rancangan-Nya dan jalan kita itu bukan jalan-Nya” (Yes 55: 8-9). Tetap percaya dan mengimani-Nya, karena waktu dan pemberian Tuhan adalah yang terbaik.
Tuhan Yesus memberi jaminan pasti, bahwa “Segala milik-Ku itu juga milik-Mu, dan milik-Mu itu pula milik-Ku, dan Aku dipermuliakan di dalam mereka itu” (Yoh 17: 10).
Selalu menghidupi doa dengan puji syukur agar kita taat dan setia pada kehendak-Nya.
…
Mas Redjo

