Mengenal diri sendiri dan mengenal orang lain itu sama-sama dibutuhkan kebijaksanaan. Jangan sampai pengenalan kita itu salah.
- Jika kita salah mengenal diri sendiri, nanti jadinya ‘kege-eran’. Sulit dievaluasi, diberi masukan, dan sulit untuk diperbaiki. Karena terlalu PD, dan merasa serba bisa. Semua yang dilakukan itu dianggapnya benar. Hal ini tentu tidak boleh. Karena sejatinya ada yang kurang dalam diri kita. Sehingga dibutuhkan keterbukaan hati, jika diberi masukan untuk memperbaiki diri.
- Jika salah mengenal orang lain itu jadinya sok tahu. Jika seperti itu, jadi susah dikendalikan. Dia bercerita, dan bercerita tergantung maunya. Kalau yang diceritakan itu orang yang disayang atau dikagumi, maka ceritanya positif dan penuh pujian. Sebaliknya, jika yang diceritakan adalah pribadi yang tidak disukai dan tidak dikagumi, maka ceritanya negatif dan jelek. Sehingga kita dituntut menahan diri dan tidak tedensi agar tidak mudah menyalahkan dan menghakimi orang lain.
Jadi untuk mengenal diri sendiri dan orang lain itu dibutuhkan kepekaan, ketajaman, dan kerendahan hati. Kita harus objektif, yang salah itu dikatakan salah, dan yang benar itu dikatakan benar.
Kita diberi contoh dari orang yang sangat bijaksana, sehingga dia mengenal dirinya dan orang lain dengan benar dan tepat. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Yohanes Pembaptis.
Dia menceritakan dirinya yang sebenarnya. Dia berani bersaksi dengan utuh tentang pribadi yang ditanyakan itu.
Jawaban-jawaban yang diberikan itu tepat dan memuaskan. Tentu, bagi yang bertanya, akan pulang dengan damai, karena semuanya jelas.
Semoga, di hari-hari ke depan, kita juga dimudahkan untuk mengenal diri sendiri dan dibukakan untuk mengenal orang lain dengan baik. Yang penting tidak ‘kege-eran’ atau sok tahu, agar ujungnya tidak salah mengenali orang lain.
Untuk pengenalan keduanya itu dibutuhkan kepekaan, ketajaman berpikir dan sikap rendah hati untuk menerima, segala hal yang terjadi dalam diri sendiri dan orang lain.
Jadilah rendah hati dan bijaksana!
…
Macau, 02 Januari 2024
Rm. Petrus Santoso SCJ

