Fr. M. Christoforus, BHK
“Ternyata kualitas hidup ini tidak ditentukan oleh kecemerlangan nilai-nilai luhur yang terpancar dari diri dan pribadimu, namun akan ditakar dari profit yang Anda persembahkan.”
(Anonim)
…
Hidup itu Perjuangan
(Vivere Militare est)
Hidup dan kehidupan ini, sejatinya penuh dengan aneka hambatan serta tantangan yang sungguh menantang nyali kita.
Riil pula, bahwa kita harus berani untuk berpontang-panting demi meraih sebuah cita-cita. Inilah sebentuk hidup yang tidak sekadar bagai membalikan telapak tangan.
Hukum Profit Oriented
Kini kualitas hidup kita akan ditakar hanya berdasarkan persembahkan secara materi. Didasari barang atau materi yang kita hasilkan. Itulah yang dinamakan Hukum Profit Oriented.
Sebuah Analogi Konyol
Pernahkan kita mendengar kisah antara segelas air dan segelas madu?
1. Ketika seseorang melihat segelas air yang di dalamnya terdapat seekor lalat mati, maka orang itu segera membuang air dan lalatnya itu.
2. Tapi lain halnya, ketika seseorang melihat ada seekor lalat mati di dalam segelas madu. Maka, yang akan dibuang ialah lalatnya dan bukan madunya.
(Dari berbagai sumber)
Nah, inilah sebuah sikap hidup kita. Sebuah realitas yang ada dan terjadi di dalam kancah kehidupan kita.
Amanat Hidup
Apa sejatinya amanat yang tersirat dari kisah beranalogi ini?
Ternyata hidup kita menyajikan, jika tidak produktif, karena tidak mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai barang atau materi, maka kita pun dianggap sebagai orang yang tidak berguna.
Sebaliknya, jika kita dianggap produktif, justru karena kita mampu menghasilkan sesuatu yang berupa materi atau barang.
Jadi, dapat dikonklusikan, bahwa kualitas hidup dan nilai luhur dari suatu kehidupan hanya ditakar berdasarkan Hukum Profit Oriented.
Dari balik tulisan ini, dideskripsikan, bahwa kodrat dan nilai-nilai luhur kemanusiaan kita, akan ditakar hanya berdasarkan profit!
Anda dan saya hanya ibarat sepotong tembok dan tidak lebih daripada itu!
…
Kediri,ย 4ย Agustusย 2024

