Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Dan Tuhan pun melihat ke atas!”
…
| Red-Joss.com | Rupanya Tuhan sungguh tahu, bahwa ada sekeping hati yang sangat rindu dan ingin melihat-Nya. Namun, hati orang itu justru terhalang… oleh apa?
Terkadang terbesit secercah cahaya bening di dalam hati kita. Ada obsesi yang sangat kuat untuk mendapatkan sesuatu. Namun, kita tidak sanggup, karena kita ini manusia yang sungguh sangat terbatas.
Kisah bermakna dari Alkitab, saat si kaya Zakheus ingin melihat Yesus yang sedang lewat. Namun, saking “banyaknya orang dan juga karena dia bertubuh pendek,” maka dia berupaya memanjat pohon ara.
Di dalam hidup ini, selalu ada hal-hal yang menghalangi dan menghadang niat serta keinginan hati kita. Sering kali manusia itu pun segera mundur dan mengalah.
Tidak demikian dengan Zakheus. Dia terus berusaha, mencari daya dan upaya untuk meraih keinginan hatinya. Apalagi, keinginan hatinya untuk melihat pribadi agung nan hebat, Yesus.
Karena tubuhnya pendek dan juga dihalangi oleh lautan manusia, dia pun tidak dapat melihat Yesus. Seringkali di dalam hidup ini, saking pendeknya akal pikiran dan niat-niat kita, atau karena ditantang oleh berbagai persoalan, kita pun mundur dan menyerah.
Berbeda dengan Zakheus. Ia lalu memanjat sebatang pohon ara. Artinya, halangan hidup itu, justru membuat ia makin bertekad untuk ke luar dari hambatan hidup.
Tuhan Yesus pun “melihat ke atas.” Sesungguhnya, ketika ingin melihat sesuatu, kita jangan menundukkan kepala. Tapi naikkan kepala kita agar kian tinggi demi menggapai hasrat.
Tuhan yang berbelas kasih melihat ada buah paling ranum di atas pohon hidup. Pohon keselamatan itu hanya datang dari Tuhan setelah sang manusia berupaya untuk memanjatnya.
Jika Tuhan mau dan manusia pun sungguh merindukannya, maka terjadilah perjumpaan antar hati. Antara Hati Tuhan dan hati manusia.
Keselamatan sejati datang dari Tuhan, setelah sang manusia sungguh telah merindukannya!
…
Kediri, 22 September 2023

