Melihat kehidupan kita dengan jernih dan bening. Juga untuk melihat kehidupan yang lain. Tujuannya supaya yang dilihat itu tidak ada ruang yang ‘gelap’.
Melihat masa lalu kita dengan jernih dan bening. Juga untuk melihat masa sekarang dan masa depan. Tujuannya supaya perjalanan hidup kita tidak meninggalkan beban.
Melihat dengan jernih dan bening, berarti kita harus jujur dan sadar diri untuk menerima serta mensyukuri anugerah Tuhan untuk hidup damai.
Sejatinya, kita melihat dengan mata dan merasa dengan hati. Sehingga hati ini dalam harmoni. Kita melihat dengan mata dan pikiran yang bening itu untuk memberikan pertimbangan agar setiap kata dan tindakan kita selaras. Seia sekata, dan harmoni.
Rm. Petrus Santoso SCJ

