Om, di renungan hari Minggu yang lalu ada tertulis: “Tidak dapat disangkal, mereka yg bekerja di Kerajaan Allah, tidak semuanya bersih dari motif-motif pribadi.”
“Mengapa seolah Tuhan membiarkan dan tidak menghentikan mereka?” tanyanya
Mungkin tanggapan Tuhan kepada mereka mirip dengan yang saya alami. Jujur, sebagai orang Katolik saya ini tidak baik-baik amat. Banyak cacat pribadi yang Tuhan pasti tahu. Tapi Tuhan tidak menghentikanku. Tuhan justru berulang dan berulang kali memberi waktu untuk berbenah diri. Dari saat ke saat tidak henti Tuhan memberi rezeki agar hidupku berlanjut.
Yang dipandang oleh Tuhan mungkin bukan diriku semata, melainkan memandang juga istri, anak-anak, saudaraku dan umat lingkungan.
Kita wajib bersyukur, bahwa ada yang mau bersusah lelah untuk melayani kita. Mereka itu bukan orang sempurna, melainkan yang mempunyai hati lebih sabar, lebih banyak, dan lebih rela. Itulah altruisme.
Mereka berani melawan rasa enggan dan tidak henti mengikis kepentingan diri demi sesamanya.
Salam sehat.
…
Jlitheng

