“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan” (Luk 17: 10b).
…
Seorang mantan ketua umat di sebuah stasi bercerita, bahwa ia sudah lama tidak ke Gereja, padahal dulunya dia seorang yang aktif di stasi untuk menggerakkan umat sekampungnya agar mau ke Gereja dan beribadat hingga akhirnya terbentuk sebuah stasi yang besar.
Ia jadi kecewa dan merasa segala jerih payahnya selama ini tidak dihargai umat. Sehingga ia memutuskan untuk mundur dari kehidupan menggereja. Selama bertahun-tahun ia tidak pernah ke Gereja.
Peristiwa seperti ini sering terdengar di kalangan umat Katolik yang dulunya aktif pelayanan di Gereja, tapi kemudian menjauh dari kehidupan menggereja, karena kecewa dengan respon umat ataupun Pastor parokinya.
Sebagai pengikut Kristus, kita sesungguhnya adalah hamba yang tidak pantas menuntut upah atas segala perjuangan kita. Pujian, ucapan terima kasih, penghargaan umat dan Pastor paroki itu bukan tujuan kita. Meskipun kita berharap mereka terbuka terhadap rahmat dan karya Tuhan dalam pelayanan kita.
Sejatinya, tujuan kita adalah bersatu dengan Kristus dalam sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Jadi, dalam segala hal, Kristuslah yang harus jadi tolak ukur dari pelayanan kita, bukan respon orang-orang di sekitar kita.
…
Sr. M. Odilia, P. Karm
Selasa 12 Nov 2024
Pw St. Yosafat, Uskup dan Martir
Tit 2: 1-8.11-14 Mzm 37: 3-4.18.23.27.29 Luk 17: 7-10
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

