RedJoss.com – Urusan yang sulit itu sebaiknya dipermudah, bukannya yang mudah untuk dipersulit.
Bagaimana dengan slogan di atas? Coba amati fakta di lapangan, ketika kita bermaksud mengurus keperluan di lingkungan swasta maupun pemerintahan.
Batapa carut marutnya pelayanan ini, ketika motivasinya hanya untuk keuntungan semata!
Kenyataan yang bikin hati ini miris, mengelus dada, bahkan mematik emosi, ketika hal yang kita urus berlarut-larut, lama, tidak jelas, dan tidak kunjung beres.
Bukan rahasia lagi, ketika aparat pemerintahan bermain, mengurus hal yang mudah menjadi sulit dengan sederet alasan kosong yang berujung ingin salam tempel alias uang pelicin.
Begitu pula pelayanan swasta di bidang jasa, ketika kekurang pahaman pelanggan dimanfaatkan agar perusahaan untung besar. Seharusnya pelanggan itu diberi solusi, bukan digiring untuk diakali, apalagi diajak main pat gulipat yang penting bapak senang.
Pelayanan yang baik itu tidak berorientasi sekadar mencari keuntungan semata. Yang utama adalah membangun kepercayaan dan untuk kepuasan pelanggan.
Peraturan dan perundang-undangan itu harus dinomorsatukan untuk dilaksanakan dengan baik dan mengedepankan hati nurani.
Kenyataannya, pelaksanaan di lapangan sering kali kaku, karena sekadar menjalankan peraturan atasan, atau dari kantor pusat.
Coba lihat, warga yang mencuri buah untuk dimakan itu. Ia mencuri, karena kelaparan. Oleh si empunya kebun, ia dipidanakan dan dipenjara. Keputusan yang jauh dari rasa keadilan kasih.
Sebaik apapun peraturan dan perundang-undangan diterapkan tanpa mengedepankan hati nurani itu kehilangan makna. Dan pelayanan tanpa kerendahan hati untuk memberikan solusi yang terbaik itu sekadar basa basi tak berarti. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

