Para pelayan dalam Gereja mengatakan, bahwa pelayanannya itu di Altar dan bukan pelayanan panggung. Pelayanan Altar berarti Tuhan yang jadi pusat dan dimuliakan. Sementara pelayanan panggung adalah diri sendiri yang jadi pusat perhatian. Sehingga jadi pelayan itu harus selalu tabah dan teguh, tidak gelisah pada waktu malang, sabar dalam segala kehinaan.
Oleh karena itu, jalan hidup jadi pelayan bagi sesama adalah jalan untuk jadi yang pertama dalam Kerajaan Surga. “Jika seseorang ingin jadi yang pertama, hendaklah ia jadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” Inilah jalan yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus. Ia tidak hanya menawarkan, tapi juga menjalankan dengan melayani sampai jadi korban untuk kita semuanya. Jalan ini adalah jalan yang tidak mudah, karena banyak orang sekarang bermental ingin dilayani, dihargai, didengarkan, dibanggakan, dan diangkat derajatnya. Banyak orang yang jadi pelayan dengan model pelayanan panggung, bahwa ia yang harus jadi pusat perhatian, dianggap, dihormati, didengarkan dan kalau tidak dianggap akan marah dan putus asa alias ngambek.
Mari kita mengikuti jalan Tuhan Yesus, yaitu jadi pelayan dengan model pelayan Altar. Tuhan yang dimuliakan dan jadi pusat perhatian. Kita hanya pelayan kecil yang tidak kelihatan, namun melayani dengan sukacita.
“Tuhan Yesus, kami ingin jadi pelayan-Mu. Tumbuhkanlah dalam diri kami sikap rendah hati agar kami sungguh mau melayani dengan tulus. Jauhkan dari kami sikap narsistik dalam melayani di Altar-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

