“Dari tanah liat menuju kemuliaan: dipanggil untuk menyerahkan hidup demi Kristus.”
St. Yakobus adalah salah seorang murid pertama Yesus. Pribadinya penuh semangat, ambisi, dan keberanian. Melalui rahmat Tuhan, Ia dibentuk jadi saksi yang rendah hati dan setia. Seperti kami, ia berasal dari tanah liat, tapi Tuhan memenuhi hidupnya dengan harta Surgawi: kasih dan kuasa dari Roh Kudus.
Sungguh, betapa ajaib cara Tuhan bekerja: Ia tidak menolak hati yang bergejolak, tapi membentuknya jadi kekuatan Martir. Ia tidak menjauhi kelemahan kami, tapi menjadikannya wadah kuasa-Nya yang tidak tertandingi. Seperti kata Mazmur, “Yang menabur dengan cucuran air mata, akan menuai dengan sorak-sorai.” Fakta itulah jalan Yakobus, yang minum dari piala Kristus dan mewartakan Injil hingga ke ujung bumi, bahkan sampai mati.
Melalui kisahnya, Tuhan mengingatkan kami, bahwa kegagalan dan kesalahan itu tidak identik akhir cerita. Yang terpenting adalah hati yang mau dibentuk, yang rela dikosongkan dan dipenuhi kembali oleh Roh-Nya setiap hari.
Bapa yang Maha Rahim, hari ini kami membuka hati untuk mempersembahkan ambisi, kerapuhan, dan kerinduan kami untuk jadi bagian dari karya-Mu yang besar. Pakailah hidup kami, termasuk bagian yang tidak sempurna ini demi Kerajaan-Mu, seperti Engkau memakai Yakobus.
Tuhan Yesus, kami berkata ‘ya’ sekali lagi. Ya, untuk piala yang Kau tawarkan. Ya, untuk hidup yang dicurahkan bagi sesama. Ya, untuk jalan kerendahan hati dan pelayanan. Jadikanlah kami saksi-saksi Injil yang setia, hingga tiba saatnya kami menuai dengan sukacita di hadapan-Mu.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

