| Red-Joss.com | Semangat pelayanan itu tidak boleh berhenti, meskipun banyak tantangan yang dihadapi. Jika orang baik diganggu, apalagi orang tidak baik, gangguangannya pasti heboh, dan tidak terbayangkan!
Penulis Kitab Kebijaksanaan menggambarkan pesan pokoknya: “Mari kita menghadang orang baik, sebab bagi kita, ia jadi gangguan dan menantang pekerjaan kita.”
Apalagi Yesus! IA terus dicari! Demikian berita yang disampaikan Penginjil Yohanes: “Yesus berjalan keliling Galilea. Ia tidak mau menetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha membunuh-Nya.”
Bagaimana dengan kita yang berusaha tulus melayani dan mencintai sesama? Di antara kita tentu pernah diganggu, diteror, difitnah, atau bahkan mereka berusaha membunuh karakter kita dengan kata-kata kasar.
Meskipun gangguan dan tantangan itu dialami, orang baik yang digambarkan dalam Kitab Kebijaksanaan dan Injil mengajar kita untuk berpegang teguh pada rencana Tuhan. Untuk percaya dan mengimani pada penyelenggaraan-Nya…
Pertama: Tuhan telah mengatur hidup kita dengan baik dan sempurna.
Kedua: Tuhan telah menyiapkan jalan yang nyaman dari hal-hal yang jahat di tengah perjalanan kita.
Ketiga: Tuhan menyiapkan tempat yang menentramkan bagi jiwa yang murni.
Mari kita terus melayani dengan rendah hati, tanpa gentar dan takut, karena diganggu atau dicederai. Kita mohon ampun atas dosa-dosa kita, dan kita dengan lapang hati mengampuni mereka yang berdosa dan melakukan kesalahan kepada kita.
Allah setia. Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8: 28).
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

